Deskripsi Publikasi
Selembar daun yang jatuh dapat menjadi awal penyelidikan tentang dunia di bawah kaki. Rahasia Kehidupan di Dalam Tanah mengajak anak memperhatikan serasah, cacing, benang jamur, akar, dan penghuni kecil yang sering terlewatkan. Daun yang masih utuh, berlubang, rapuh, atau menjadi serpihan memberikan petunjuk tentang perubahan bahan di lingkungan. Buku sains bergambar ini membantu pembaca melihat tanah sebagai ruang hidup yang memiliki hubungan dengan air, udara, tumbuhan, dan proses penguraian.
Seri kesebelas Jelajah Alam Nusantara mengikuti perubahan dari permukaan tanah menuju hubungan yang kurang mudah dilihat. Narasi, diagram, dan label kecil mengajak anak membedakan hasil pengamatan dengan penjelasan tentang proses. Pembaca tidak hanya mencari nama organisme, tetapi juga menelusuri apa yang mereka lakukan dan bagaimana hubungannya dengan tumbuhan. Kegiatan penjelajah menekankan pengamatan yang membiarkan penghuni serta serasah tetap di tempatnya. Dengan demikian, rasa ingin tahu dikembangkan bersama kebiasaan menjaga lingkungan pengamatan dan membersihkan tangan setelah kegiatan di kebun.
Tim Baca Gratis menyusun bacaan terbitan Yayasan Mengeja Indonesia ini untuk memperkaya pembelajaran tentang tanah dan ekosistem di sekitar rumah atau sekolah. Pendamping dapat mengajak anak membicarakan mengapa tempat yang tampak biasa menyimpan banyak hubungan kehidupan. Kaitan tematik dengan SDG 4 didasarkan pada latihan mengamati, menalar, dan menyampaikan bukti. Kaitan dengan SDG 15 terletak pada keanekaragaman organisme tanah, penguraian bahan organik, serta kepedulian terhadap ruang hidup yang mendukung ekosistem daratan.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Pengamatan serasah dan pembedaan bukti dari penjelasan melatih literasi sains. SDG 15: Organisme tanah, penguraian, akar, dan perawatan habitat tanah menjadi tema langsung. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.