Deskripsi Publikasi
Petak yang tampak sepi tidak selalu membutuhkan penanaman yang terburu-buru. Menanam Kembali Rumah Satwa mengikuti Lila dan Bimo mengamati dahulu apa yang hilang serta apa yang masih bertahan di sebuah kebun sekolah. Rumah satwa dipahami sebagai habitat yang menyediakan makanan, air, perlindungan, dan ruang bergerak. Buku sains bergambar ini membantu anak melihat bahwa pemulihan lingkungan melibatkan hubungan antara tanah, tumbuhan, satwa, dan gangguan, sehingga keberhasilan tidak cukup dinilai hanya dari jumlah batang yang ditanam.
Dalam seri kedua puluh tiga Jelajah Alam Nusantara, dua petak yang berbeda menjadi awal untuk membandingkan naungan, serasah, tunas, dan petunjuk kehidupan. Satu kunjungan tidak dianggap cukup untuk memastikan penyebab perubahan jumlah satwa. Anak diajak mengenali tumbuhan setempat, menjaga tunas yang masih tumbuh, merencanakan langkah yang sesuai, serta memeriksa kembali hasilnya. Adegan kebun dan peta kegiatan digunakan sebagai model rekaan untuk belajar. Pemulihan digambarkan sebagai proses yang memerlukan waktu, perawatan, dan penyesuaian terhadap keadaan lokasi.
Disusun Tim Baca Gratis dan diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia, bacaan ini dapat mendampingi percakapan keluarga atau kegiatan sekolah tentang habitat dan perawatan lingkungan. Pertanyaan serta jurnal penjelajah mendorong anak mengusulkan tindakan berdasarkan bukti, bukan sekadar mengikuti gambaran kebun yang terlihat indah. Kaitan tematik dengan SDG 4 didasarkan pada pembelajaran pengamatan dan evaluasi. Kaitan dengan SDG 15 terletak pada pemulihan habitat, tumbuhan setempat, hubungan antarruang hidup, dan upaya mengurangi gangguan agar kehidupan mendapat kesempatan untuk tumbuh kembali.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Pengamatan awal, rencana, dan pemeriksaan kembali mengembangkan penalaran serta evaluasi. SDG 15: Pemulihan habitat, perlindungan tunas, tumbuhan setempat, dan perawatan ekosistem menjadi pokok pembahasan. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.