Deskripsi Publikasi
Sebuah pot, daun berlubang, atau bayangan di lantai dapat menjadi awal penyelidikan. Aku Peneliti Alam di Sekitarku mengajak anak mengubah rasa heran menjadi pertanyaan yang bisa diperiksa. Lila dan Bimo belajar bahwa ingatan tentang kebun belum tentu cukup untuk menjawab perubahan kunjungan serangga. Buku sains bergambar ini membantu pembaca memilih satu objek, menentukan apa yang diamati, dan menyiapkan catatan sebelum menyusun penjelasan tentang lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai seri kedua puluh empat Jelajah Alam Nusantara, buku ini mempertemukan kebiasaan mengamati, mencatat, membandingkan, dan memperbaiki dugaan. Proyek lima hari mengajak anak menjaga cara serta lama pengamatan agar catatan lebih berguna, sambil tetap mencatat perubahan keadaan sekitar. Angka dalam cerita diberi konteks contoh rekaan; pembaca diminta memakai hasil pengamatannya sendiri. Jurnal penjelajah mendorong anak menyampaikan satu temuan, dua petunjuk pendukung, hal yang belum diketahui, dan langkah aman berikutnya bersama pendamping.
Ditulis Tim Baca Gratis dan diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia, buku ini dapat digunakan sebagai pengayaan metode ilmiah sederhana di rumah maupun sekolah. Keluarga serta guru dapat memakainya untuk membantu anak menyelesaikan satu pertanyaan yang terarah tanpa menuntut semua jawaban ditemukan sekaligus. Kaitan tematik dengan SDG 4 didasarkan pada literasi sains, kejujuran pencatatan, dan pembelajaran melalui penyelidikan. Kepedulian menjaga tempat pengamatan melengkapi kegiatan sehingga rasa ingin tahu berkembang bersama tanggung jawab terhadap makhluk hidup serta lingkungan yang sedang dipelajari.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Penyelidikan lima hari, pencatatan jujur, perbandingan bukti, dan perbaikan dugaan merupakan pokok pendidikan sains. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.