Deskripsi Publikasi
Di antara rumah, jalan, dan halaman berubin, makhluk hidup tetap mencari ruang untuk makan, berlindung, dan berkembang. Kota yang Ramah Makhluk Hidup mengikuti Lila dan Bimo membaca petunjuk kecil di lingkungan kota, mulai dari kupu-kupu di bunga sampai kehidupan di bawah daun. Pembaca diajak mempertanyakan anggapan bahwa kota hanya menjadi rumah manusia. Buku sains bergambar ini menghubungkan kebutuhan sehari-hari warga dengan kebutuhan satwa serta tumbuhan yang berbagi ruang di sekitarnya.
Pada seri kedua puluh satu Jelajah Alam Nusantara, anak mengamati, membandingkan catatan, membaca legenda peta, dan menyusun satu usulan beralasan untuk halaman. Makanan, air, perlindungan, hubungan antarruang hijau, serta gangguan lingkungan dipikirkan sebagai bagian yang saling berkaitan. Tokoh dan tempat dalam cerita merupakan rekaan untuk belajar. Pengamatan singkat tidak diperlakukan sebagai daftar lengkap seluruh penghuni kota, sehingga pembaca diajak kembali memeriksa dugaan dan menyebut keterbatasan sebelum menyimpulkan bahwa suatu tempat sepi kehidupan.
Ditulis Tim Baca Gratis dan diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia, buku ini dapat digunakan sebagai bacaan pengayaan tentang lingkungan perkotaan bersama keluarga atau guru. Pembaca memperoleh jalan untuk menghubungkan pengetahuan dengan usulan kecil yang sesuai keadaan setempat. Kaitan dengan SDG 4 hadir melalui pendidikan sains berbasis bukti. Pembahasan ruang hijau dan kebutuhan hidup bersama di kota relevan dengan SDG 11, sementara hubungan habitat serta keberagaman makhluk hidup di daratan menjadi dasar kaitan tematik dengan SDG 15.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Membaca peta, membandingkan catatan, dan membuat usulan mengembangkan literasi lingkungan. SDG 11: Ruang hijau dan penyediaan ruang hidup bersama di lingkungan perkotaan merupakan tema langsung. SDG 15: Habitat dan keanekaragaman makhluk hidup kota dibahas sebagai hubungan ekologis. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.