Deskripsi Publikasi
Satu siang yang gerah dapat memunculkan pertanyaan besar, tetapi belum cukup untuk menjelaskan keadaan seluruh Bumi. Mengapa Bumi Makin Hangat mengajak anak mengikuti Lila dan Bimo membedakan cuaca harian dengan perubahan iklim. Pembaca menelusuri perjalanan energi, peran gas rumah kaca, serta catatan suhu yang perlu dipelajari dalam rentang waktu panjang. Buku sains bergambar ini membangun pemahaman pemanasan global melalui hubungan antara pengalaman sehari-hari, penjelasan proses, dan bukti yang dapat diperiksa.
Seri kedua puluh Jelajah Alam Nusantara mengajak pembaca melihat naik dan turunnya sebuah garis sebelum menyusun kesimpulan tentang pola jangka panjang. Kegiatan grafik menggunakan data NASA yang sumbernya dirinci di dalam buku, sedangkan adegan Lila dan Bimo diberi konteks rekaan. Penjelasan menghubungkan tambahan gas rumah kaca dari kegiatan manusia dengan perubahan keseimbangan energi. Anak diajak menunjuk petunjuk, membandingkan cakupan waktu, dan membedakan pengukuran dengan kesan tentang satu hari yang terasa panas.
Tim Baca Gratis menyusun bacaan terbitan Yayasan Mengeja Indonesia ini sebagai pengayaan sains dan literasi iklim untuk anak bersama pendamping. Guru serta keluarga dapat memakainya untuk mengembangkan percakapan yang berpijak pada bukti, membaca grafik dengan teliti, dan menjelaskan sebab-akibat dengan bahasa sendiri. Kaitan tematik dengan SDG 4 didasarkan pada pendidikan sains serta literasi data. Kaitan dengan SDG 13 terletak pada pembahasan pemanasan global, gas rumah kaca, dan penguatan pemahaman tentang perubahan iklim.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Pembacaan grafik bersumber dan pembedaan pengalaman dari data melatih literasi sains-data. SDG 13: Pemanasan global, gas rumah kaca, dan perbedaan cuaca-iklim dibahas secara langsung. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.