Deskripsi Publikasi
Laut yang luas dan sepetak pasir pantai terhubung dalam kehidupan penyu. Penyu Pulang ke Pantai mengajak anak mengikuti daur hidup penyu hijau sebagai contoh utama, dari telur di dalam pasir sampai perjalanan di laut dan kebutuhan untuk berkembang biak. Pembaca juga berkenalan dengan beberapa jenis penyu lain. Melalui narasi dan ilustrasi, buku ini memperlihatkan bahwa kebutuhan makhluk hidup dapat berubah sepanjang daur hidupnya, sehingga perlindungan satwa perlu memperhatikan lebih dari satu tempat.
Seri kelima Jelajah Alam Nusantara mengajak pembaca mencari hubungan antara menggali sarang, menetas, merangkak, berenang, dan mencari makan. Anak diajak memperhatikan petunjuk pada gambar serta memahami keterhubungan pantai dengan laut. Pada bagian kepedulian lingkungan, pembahasan beralih ke tindakan yang dapat dilakukan secara tepat: membawa kembali sampah sendiri, mengikuti petugas, serta mengamati dari jauh. Pertemuan dengan penyu, tukik, telur, atau sarang tidak dijadikan alasan untuk menyentuh dan memindahkan hewan tanpa penanganan yang sesuai.
Bacaan karya Tim Baca Gratis dan terbitan Yayasan Mengeja Indonesia ini dapat dipakai untuk membaca bersama tentang satwa laut, daur hidup, dan lingkungan pesisir. Guru serta orang tua memperoleh bahan percakapan tentang hubungan antara pengetahuan dan cara berkunjung yang menghargai habitat. Literasi sains serta pendidikan lingkungan menghubungkannya dengan SDG 4. Pembahasan daur hidup penyu, kebersihan pantai, dan perlindungan habitat laut merupakan dasar keterkaitannya dengan SDG 14 tentang ekosistem lautan.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Pembacaan daur hidup dan hubungan antartempat mendukung pendidikan lingkungan. SDG 14: Penyu, pantai peneluran, ancaman sampah, dan pelestarian habitat laut merupakan isi utama. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.