Deskripsi Publikasi
Sesudah orangutan memakan buah, kisah hutan belum berakhir. Orangutan dan Kebun di Atas Pohon mengikuti perjalanan biji yang dapat terbawa menjauh dari pohon asal, kemudian memperoleh kesempatan untuk tumbuh di tempat baru. Melalui ilustrasi dan narasi sains untuk anak, buku ini memperlihatkan hubungan antara makanan orangutan, perjalanan di tajuk, dan pembaruan hutan. Ungkapan kebun di atas pohon menjadi pintu masuk untuk memahami jaringan kehidupan, bukan gambaran bahwa orangutan sengaja berkebun seperti manusia.
Seri kedua Jelajah Alam Nusantara memperkenalkan orangutan di Sumatra dan Borneo serta mengajak pembaca menelusuri apa yang dapat terjadi pada biji setelah buah dimakan. Tidak semua biji berhasil tumbuh: keadaan tempat, kebutuhan tumbuhan, dan berbagai proses lain ikut menentukan. Anak dapat mengikuti diagram proses, membandingkan petunjuk, serta mencoba pengamatan perkecambahan dengan biji bersih bersama pendamping. Rangkaian ini membantu pembaca membedakan model sederhana untuk belajar dengan proses yang lebih beragam di hutan sebenarnya.
Tim Baca Gratis menyusun buku terbitan Yayasan Mengeja Indonesia ini sebagai bacaan pengayaan tentang orangutan, penyebaran biji, dan ekosistem hutan. Orang tua serta guru dapat memakainya untuk memulai percakapan tentang mengamati satwa tanpa mengganggu, menjaga pohon setempat, dan merawat habitat yang saling terhubung. Keterkaitannya dengan SDG 4 terletak pada penguatan literasi sains, sedangkan SDG 15 hadir melalui pembahasan konservasi orangutan dan hubungan satwa dengan pertumbuhan hutan.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Diagram proses dan pengamatan perkecambahan melatih literasi sains. SDG 15: Peran orangutan dalam penyebaran biji, regenerasi hutan, dan perlindungan habitat dibahas secara langsung. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.