Deskripsi Publikasi
Mengapa orangutan tidak hidup liar di semua pulau Indonesia, sementara Sulawesi memiliki anoa dan maleo? Misteri Hewan di Pulau Seberang mengajak anak membaca keanekaragaman satwa Nusantara melalui perjalanan dari Sumatra hingga Papua. Buku pengetahuan bergambar ini memperkenalkan contoh hewan, ciri tubuh, makanan, dan tempat hidupnya, lalu menghubungkan perbedaan penghuni pulau dengan pertanyaan tentang laut, daratan, dan sejarah kehidupan. Setiap persinggahan menjadi kesempatan untuk mengamati, membandingkan, dan mencari penjelasan yang didukung petunjuk.
Sebagai pembuka seri Jelajah Alam Nusantara, buku ini mengenalkan Garis Wallace, Paparan Sunda, Paparan Sahul, dan penghalang laut dalam dengan bahasa yang dekat dengan pembaca anak. Peta yang disederhanakan membantu pembaca melihat pola persebaran tanpa menganggap setiap satwa hadir di seluruh bagian sebuah pulau. Pembahasan juga menunjukkan bahwa kemampuan berpindah, kebutuhan habitat, dan perubahan dalam waktu panjang saling berhubungan. Anak diajak membedakan contoh pada gambar, hasil pengamatan, dan dugaan yang masih memerlukan pemeriksaan.
Ditulis Tim Baca Gratis dan diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia, bacaan sains anak ini dapat digunakan untuk membaca bersama keluarga atau pengayaan pembelajaran tentang fauna Indonesia. Catatan pengamatan dan pertanyaan penjelajah mendorong kebiasaan mencatat dengan jujur serta menghargai hewan liar dari jarak aman. Hubungan antara pengetahuan, perlindungan habitat, dan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati membuat buku ini relevan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 15 tentang ekosistem daratan.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Kegiatan membaca peta, membandingkan bukti, dan mencatat pengamatan mendukung literasi sains dan pendidikan lingkungan. SDG 15: Persebaran satwa, kebutuhan habitat, koridor, dan perlindungan keanekaragaman hayati merupakan pokok pembahasan. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.