Deskripsi Publikasi
Satu halaman sekolah dapat tampak terang pada pagi hari, berawan menjelang siang, lalu basah oleh hujan. Mengapa Hujan Datang dan Pergi mengikuti rasa ingin tahu Lila dan Bimo tentang perubahan keadaan langit. Anak diajak memperhatikan awan, angin, panas matahari, dan petunjuk lain sebelum menyusun jawaban. Buku sains bergambar ini menghubungkan pengalaman cuaca sehari-hari dengan proses di udara, sehingga pembaca belajar mencari penjelasan yang lebih lengkap daripada menebak hanya dari warna awan.
Pada seri keempat belas Jelajah Alam Nusantara, narasi dan perbandingan gambar membantu pembaca menelusuri hubungan antara panas, uap air, udara yang bergerak, dan terbentuknya hujan. Kegiatan jurnal langit lima hari mendorong anak mencatat keadaan yang mereka amati sendiri dari tempat aman bersama pendamping. Tokoh dan catatan contoh diberi konteks rekaan untuk belajar. Anak diajak menunjuk petunjuk yang mendukung jawaban, memperhatikan perubahan waktu, serta mengakui hal yang belum diketahui dari pengamatan yang masih terbatas.
Disusun Tim Baca Gratis dan diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia, buku ini sesuai sebagai pengayaan bacaan tentang cuaca untuk anak dan pendampingnya. Orang tua serta guru dapat menggunakannya untuk mengembangkan kebiasaan bertanya, membandingkan catatan, dan menyampaikan alasan. Kaitan tematik dengan SDG 4 didasarkan pada literasi sains dan kegiatan belajar melalui pengamatan. Dengan membandingkan keadaan langit dari hari ke hari, pembaca mengembangkan kebiasaan belajar yang teliti dan mampu menjelaskan pengalamannya menggunakan petunjuk yang dapat diperiksa bersama.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Jurnal cuaca lima hari, perbandingan gambar, dan penjelasan proses hujan melatih pengamatan ilmiah serta literasi lingkungan. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.