Deskripsi Publikasi
Di antara cabang dan celah karang, banyak makhluk mencari makanan, berlindung, dan berinteraksi. Kota Ramai di Bawah Laut mengajak anak mengenal karang serta hubungan para penghuninya melalui gambaran sebuah kota kehidupan. Sebutan kota digunakan untuk membantu membayangkan keramaian hubungan di terumbu, bukan menyamakan perilaku hewan dengan kehidupan manusia. Buku sains bergambar ini membahas terutama karang keras pembangun terumbu dan mengarahkan perhatian pembaca pada hubungan antara bentuk habitat dengan kebutuhan makhluk hidup.
Seri kesembilan Jelajah Alam Nusantara mengajak anak bertanya bukan hanya siapa yang tinggal di laut, melainkan siapa yang terhubung dengan siapa. Bentuk tubuh, celah karang, diagram, serta arah panah menjadi petunjuk untuk membaca makanan, perlindungan, dan hubungan antarmakhluk. Anak didorong menunjukkan dasar jawabannya dan kembali memeriksa gambar ketika ragu. Penjelasan yang disederhanakan membantu memulai pemahaman tentang ekosistem terumbu tanpa menganggap sebuah ilustrasi menampilkan seluruh jenis, ukuran, atau hubungan yang ada di laut sebenarnya.
Ditulis Tim Baca Gratis dan diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia, buku ini dapat digunakan untuk membaca bersama tentang karang, ekologi laut, dan keanekaragaman hayati pesisir. Guru dan keluarga dapat mengembangkan percakapan tentang cara memahami habitat sebelum merawatnya serta pentingnya tidak mengganggu kehidupan laut. Kaitan tematik dengan SDG 4 didasarkan pada pembelajaran melalui pertanyaan dan petunjuk visual. Kaitan dengan SDG 14 terletak pada pembahasan terumbu karang, jaringan hubungan penghuninya, dan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem lautan.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Diagram hubungan dan pertanyaan berbasis bukti mendukung pembelajaran sains. SDG 14: Karang keras pembangun terumbu, habitat, dan hubungan penghuni laut menjadi tema utama. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.