Deskripsi Publikasi
Komodo di Pulau yang Kering mengajak anak melihat lebih jauh daripada tubuh besar dan lidah bercabang seekor komodo. Di antara bukit, padang rumput, pepohonan, dan tempat berlindung, pembaca mencari petunjuk tentang bagaimana satwa hidup pada lingkungan dengan musim kering. Buku sains bergambar ini menghubungkan ciri tubuh, makanan, air, naungan, serta kegiatan satwa dengan keadaan habitatnya. Pertanyaan di sepanjang bacaan membantu anak memahami bahwa kehidupan tidak dapat dijelaskan hanya dari satu bagian tubuh atau satu gambar.
Dalam seri ketiga Jelajah Alam Nusantara, pembaca diajak mengamati seluruh bentang, menyusun dugaan, lalu memeriksa hubungan antara petunjuk yang ditemukan. Penjelasan tentang komodo ditempatkan dalam jejaring kebutuhan hidup dan perubahan keadaan lingkungan. Kegiatan sederhana di halaman atau taman mengajak anak membandingkan tempat teduh dan tempat terkena matahari pada waktu berbeda. Kegiatan itu menjadi latihan mengamati lingkungan sekitar, dengan batas yang jelas bahwa pengamatan di halaman tidak membuktikan seluruh keadaan habitat komodo.
Buku karya Tim Baca Gratis yang diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia ini dapat mendampingi pembelajaran tentang satwa Indonesia, habitat, dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya. Membaca bersama pendamping membuka ruang untuk membicarakan cara menikmati satwa liar dari jarak aman serta menghormati petunjuk pengelola kawasan. Muatan pendidikan sains mendukung kaitan tematik dengan SDG 4, sementara pembahasan kebutuhan habitat dan perlindungan komodo berkaitan dengan SDG 15 tentang kelestarian ekosistem daratan.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Pertanyaan, perbandingan tempat teduh, dan catatan waktu mengembangkan pengamatan berbasis bukti. SDG 15: Komodo dan kebutuhan habitat pada pulau dengan musim kering menjadi tema utama. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.