Deskripsi Publikasi
Saat langit mulai redup, sebagian kehidupan justru baru memulai kesibukannya. Ketika Malam Mulai Hidup mengajak anak membaca petunjuk dari mata, telinga, hidung, dan isyarat cahaya untuk memahami hewan yang aktif pada malam hari. Bayangan sayap dan bunyi di antara daun menjadi awal pertanyaan tentang cara makhluk hidup memakai lingkungannya. Buku sains bergambar ini membuka ruang untuk mengenal kehidupan malam melalui gambar dan penalaran, tanpa mengharuskan anak mencari satwa dalam keadaan gelap.
Dalam seri kedua belas Jelajah Alam Nusantara, pembaca mengikuti cara tubuh dan indra membantu berbagai hewan menjalani kegiatan yang berbeda. Narasi dan label kecil mengarahkan perhatian pada hubungan antara ciri, perilaku, dan keadaan habitat. Kartu kegiatan yang disediakan dapat dibandingkan di rumah atau kelas untuk menyusun jawaban dengan petunjuk yang jelas. Pembahasan juga mendorong pembaca menjadi tetangga yang peka terhadap kehidupan di sekitarnya. Pengenalan terhadap hewan malam disertai penghormatan pada ruang hidup dan pembatasan gangguan saat mengamati.
Ditulis Tim Baca Gratis dan diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia, buku ini dapat digunakan sebagai pengayaan tentang keanekaragaman satwa dan adaptasi. Keluarga serta guru memperoleh bahan untuk membicarakan bahwa alam tetap hidup ketika manusia beristirahat, sekaligus melatih anak menyebut dasar dari setiap dugaan. Kaitan dengan SDG 4 hadir melalui pembelajaran berbasis perbandingan dan bukti. Kaitan dengan SDG 15 didasarkan pada pengenalan satwa malam, kebutuhan habitat, dan kepedulian terhadap hubungan kehidupan di ekosistem daratan.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Kartu perbandingan dan pertanyaan mengembangkan pemahaman adaptasi berbasis bukti. SDG 15: Kehidupan satwa malam dan penghormatan terhadap ruang hidup merupakan tema lingkungan utama. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.