Deskripsi Publikasi
Di bawah pepohonan dan air kecokelatan, hutan gambut menyimpan cerita yang tidak selalu terlihat dari permukaan. Hutan Gambut Menyimpan Apa mengajak anak mengenali sisa tumbuhan yang terurai sebagian, ruang pori yang menahan air, dan karbon yang tersimpan di dalam bahan gambut. Buku sains bergambar ini membuka percakapan tentang hubungan antara lantai hutan, air, waktu, dan kehidupan. Pertanyaan pada judul mendorong pembaca mengamati bagian hutan yang sering luput ketika perhatian hanya tertuju pada pohon tinggi.
Seri ketujuh Jelajah Alam Nusantara menggunakan narasi, penampang, dan perbandingan untuk membantu anak menelusuri hubungan yang tersembunyi. Pembahasan menghubungkan keadaan gambut yang basah dengan penyimpanan air dan karbon, kemudian mengajak pembaca memahami mengapa perubahan keadaan lahan dapat membawa akibat bagi lingkungan. Gambar serta urutan waktu dipakai sebagai penyederhanaan pembelajaran. Anak diajak membaca hubungan sebab dan akibat dengan hati-hati, membedakan yang terlihat pada gambar dari penjelasan proses yang membutuhkan waktu panjang.
Tim Baca Gratis menyusun buku terbitan Yayasan Mengeja Indonesia ini sebagai pengayaan literasi lingkungan untuk anak dan pendampingnya. Bacaan dapat membuka diskusi keluarga atau kelas tentang merawat ekosistem yang nilainya tidak selalu tampak di atas permukaan tanah. Kaitan SDG 4 hadir melalui kegiatan belajar sains dan membaca model. Pembahasan penyimpanan karbon serta perubahan kondisi gambut relevan dengan SDG 13, sedangkan hutan gambut sebagai habitat dan bagian ekosistem daratan berkaitan dengan SDG 15.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Penampang dan pertanyaan membangun pemahaman lingkungan berbasis proses. SDG 13: Karbon tersimpan dan akibat perubahan kondisi gambut menghubungkan isi buku dengan pembelajaran iklim. SDG 15: Ekosistem gambut, habitat hutan, dan perlindungan lahan menjadi tema langsung. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.