Deskripsi Publikasi
Apa saja yang dibutuhkan burung untuk hidup di hutan? Cenderawasih dan Hutan Papua membawa pertanyaan itu ke dalam perjalanan bergambar bersama Lila dan Bimo. Anak diajak memperhatikan tubuh burung, tumbuhan, ruang bergerak, dan bagian habitat yang menyediakan kebutuhan hidup. Keindahan cenderawasih menjadi awal percakapan tentang hubungan yang lebih luas di hutan Papua. Pembaca tidak hanya mengenali nama satwa, tetapi juga belajar menjelaskan mengapa makanan, perlindungan, dan keadaan tempat sama pentingnya bagi kehidupan burung.
Seri keempat Jelajah Alam Nusantara menyajikan narasi, peta, label kecil, dan pertanyaan yang mengajak pembaca kembali memeriksa gambar. Bagian kegiatan mendorong anak memilih unsur habitat dan menjelaskan kegunaannya dengan petunjuk yang dapat ditunjukkan. Catatan penjelajah menyediakan ruang untuk mencatat temuan serta pertanyaan lanjutan. Pengamatan burung ditempatkan sebagai kegiatan bersama pendamping yang menjaga jarak, membiarkan sarang tetap utuh, dan tidak memancing burung dengan rekaman suara. Rasa ingin tahu dikembangkan bersama penghormatan terhadap kehidupan liar.
Ditulis Tim Baca Gratis dan diterbitkan Yayasan Mengeja Indonesia, buku ini sesuai untuk pengayaan bacaan anak tentang burung Indonesia dan ekologi hutan. Keluarga atau guru dapat menghubungkan pembacaan dengan pengamatan burung di lingkungan sendiri, sambil memahami bahwa pohon di halaman tidak menggantikan hutan Papua. Kaitan dengan SDG 4 muncul melalui pembelajaran yang mendorong pertanyaan dan bukti. Kaitan dengan SDG 15 terletak pada perlindungan habitat, hubungan burung dengan tumbuhan, dan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati.
Dasar keterkaitan SDGs
SDG 4: Aktivitas menunjuk bukti, membaca label, dan membuat catatan mengembangkan literasi sains. SDG 15: Kebutuhan cenderawasih, hubungan burung-tumbuhan, serta perlindungan hutan Papua dibahas sebagai tema habitat. Pemetaan editorial berdasarkan isi PDF; tidak menyatakan sertifikasi atau dampak terukur.
Ikon SDGs © Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penggunaan ikon tidak menyatakan dukungan PBB.