Deskripsi Publikasi
Buku ini merupakan policy paper yang membahas alternatif program pengawasan pemilu pada masa non-tahapan melalui kolaborasi lintas instansi. Isinya menekankan bahwa meskipun tahapan pemilu telah selesai, Bawaslu tetap harus aktif menjaga integritas demokrasi dengan memperkuat kelembagaan, melakukan kajian, serta melibatkan masyarakat dalam pendidikan politik. Dengan demikian, Bawaslu tidak hanya berfungsi saat pemilu berlangsung, tetapi juga berperan dalam membangun fondasi demokrasi yang berkelanjutan. Selain itu, buku ini menyoroti pentingnya penelitian dan pengembangan untuk menemukan metode pengawasan baru yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dinamika politik. Program seperti penerbitan jurnal, seminar tematik, hingga sekolah pengawasan pemilu menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat kapasitas pengawas dan masyarakat. Pendekatan ini juga diarahkan pada isu-isu aktual, seperti netralitas aparat, politik uang, dan kampanye hitam, yang tetap relevan meski di luar tahapan pemilu. Buku ini juga menekankan perlunya advokasi kebijakan dan kerjasama internasional untuk memperluas perspektif pengawasan. Kolaborasi dengan lembaga lain, baik domestik maupun global, diharapkan dapat memperkuat kapasitas Bawaslu dalam menghadapi tantangan demokrasi. Dengan strategi ini, pengawasan pemilu di masa non-tahapan tetap berjalan efektif, transparan, dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia.