Deskripsi Publikasi
Buku Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur mengulas secara mendalam berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh Bawaslu dalam mengawasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Buku ini mencakup rentang waktu dari Pilkada 2015 hingga 2020, serta fokus pada isu-isu kunci yang berkaitan dengan politik lokal dan budaya masyarakat setempat. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pengaruh sistem kasta yang masih dominan di daerah-daerah seperti Sumba Timur, di mana pemilih (ata) seringkali terpengaruh oleh tuannya (maramba), yang berakibat pada hilangnya kemerdekaan dalam memilih secara bebas dan rahasia, yang bertentangan dengan prinsip demokrasi universal one man, one vote, one value. Buku ini juga menyajikan berbagai studi kasus yang mengidentifikasi masalah utama dalam pelaksanaan Pilkada, seperti pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pejabat ASN yang terlibat dalam pengawasan pemilu, serta tantangan dalam memastikan netralitas mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penulis menggali bagaimana interaksi sosial dan budaya setempat memengaruhi praktik pemilu dan pengawasan di tingkat lokal. Dikenalkan pula dengan konsep hegemoni budaya yang dilakukan oleh kalangan bangsawan terhadap kaum hamba (ata), yang mengarah pada pembatasan hak pilih dan pemilihan berdasarkan pengaruh sosial dan budaya, yang menjadi tantangan berat bagi Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasannya. Selain itu, buku ini juga memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kapasitas pengawasan di masa depan, terutama dengan mengutamakan pendekatan berbasis budaya dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Salah satunya adalah melalui pencegahan dan pendidikan pemilih yang lebih inklusif serta melibatkan peran aktif dari tokoh adat dan agama dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih secara independen. Buku ini sangat berguna bagi para pengawas pemilu, akademisi, dan masyarakat yang ingin memahami lebih dalam dinamika politik dan pengawasan pemilu di daerah-daerah dengan konteks sosial yang unik.