PDF Buku 2020

Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Dewi Rusmala, Firman Taripar Bangso Pardede, Jafri Yaumil Ikrom, Iwan Kurniawan, Edi Irawan, Andi Budi Yulianto, Roy M. Siagian, Rifky Riswan Tanjung, Arief Hidayat, Heikal Fackar, Yerri Larona, Rina Dardini, Zainal Muttaqin, Riska Annisa, Rio Febri Fahlevi, Ekariva Annas Asmara, Erika Herlina, Corri Ihsan, Zulkipli, Irwandi Pasha, Ridho Maulana, Satrio Hutomo, Sahirin, Azhari, Erik, Vivin Arista, Dede Kirana, Ida Kumala, Luksin Siagian, Novrian Saputra, Yunita Setiawati, Lasmarito Sibarani

Buku Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini memberikan evaluasi yang mendalam mengenai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Buku ini menyajikan berbagai temuan dan analisis terkait dengan pengawasan Pemilu, termasu...

Penerbit
Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Tahun Terbit
2020
Format
PDF
Jumlah Halaman
-

File Tersedia

1 file · unduh tersedia jika diizinkan
PDF
313. Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia Bawaslu Provinsi Bangka Belitung.pdf 6.42 MB · bisa diunduh

Deskripsi Publikasi

Buku Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini memberikan evaluasi yang mendalam mengenai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Buku ini menyajikan berbagai temuan dan analisis terkait dengan pengawasan Pemilu, termasuk tantangan yang dihadapi oleh Bawaslu dalam menjaga kualitas dan integritas pemilu. Berbagai isu yang diangkat mencakup politik uang, pelanggaran administrasi, dan peran masyarakat dalam mengawasi jalannya Pilkada. Buku ini juga mencatat upaya Bawaslu untuk meningkatkan kapasitas pengawasan melalui pengembangan partisipasi masyarakat dan penerapan teknologi dalam pemantauan. Melalui riset yang dilakukan oleh tim Bawaslu Provinsi dan kabupaten/kota, buku ini mengungkapkan berbagai kasus dan permasalahan yang terjadi selama Pilkada Serentak 2018, seperti perbedaan persepsi mengenai bahan kampanye dan isu politik identitas. Dalam hal ini, buku ini menyoroti pentingnya pendidikan politik dan sosialisasi mengenai hak-hak pemilih, serta bagaimana pengawasan dapat mencegah praktik-praktik buruk yang merugikan demokrasi. Salah satu contoh yang menarik adalah kasus politik uang di Kota Pangkalpinang, yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian persepsi antara peserta pemilihan, penyelenggara, dan penegak hukum mengenai apa yang termasuk dalam materi kampanye. Sebagai bagian dari evaluasi komprehensif mengenai Pilkada Serentak, buku ini juga menyoroti peran pengawas lapangan, seperti Panwaslu dan PPL, dalam mencegah pelanggaran serta meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Riset ini memberikan wawasan tentang bagaimana pengawasan partisipatif dapat berkontribusi pada keberhasilan pemilu yang transparan dan akuntabel. Buku ini diharapkan menjadi referensi yang berguna bagi pengambil kebijakan, akademisi, dan praktisi dalam merancang strategi untuk meningkatkan kualitas demokrasi di masa depan, khususnya dalam konteks pilkada serentak di Indonesia.