PDF Buku 2020

Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat

Ahmad Zaini, Akhmad Amiruddin, Irwan Manik Radja Mohamad, Qomaruzzaman, Syf. Aryana Kaswamayana, Yesi Mayasanti

Buku Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak di Kalimantan Barat pada tahun 2018. Buku ini mengulas hasil pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu di berbagai kabupaten/kota se-provinsi, termasuk Sanggau, Mempawah, dan...

Penerbit
Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat
Tahun Terbit
2020
Format
PDF
Jumlah Halaman
-

File Tersedia

1 file · unduh tersedia jika diizinkan
PDF
301. Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat.pdf 7.42 MB · bisa diunduh

Deskripsi Publikasi

Buku Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak di Kalimantan Barat pada tahun 2018. Buku ini mengulas hasil pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu di berbagai kabupaten/kota se-provinsi, termasuk Sanggau, Mempawah, dan Pontianak. Fokus utama buku ini adalah pada evaluasi terhadap kepuasan pengguna layanan Bawaslu, strategi pengawasan terhadap netralitas kepala desa, dan upaya untuk mencegah pelanggaran hukum dalam pilkada. Penulis juga mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh pengawas pemilu di daerah-daerah dengan medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan sarana prasarana yang memengaruhi kualitas pengawasan. Buku ini juga menyoroti masalah terkait integritas petugas Bawaslu, yang sering kali dilaporkan melakukan tindakan tebang pilih dalam menanggapi pelanggaran. Terdapat keluhan dari pelapor mengenai ketidaksesuaian penanganan kasus, khususnya di tingkat kecamatan, di mana laporan pelanggaran sering tidak ditindaklanjuti atau memerlukan waktu yang sangat lama untuk diproses. Buku ini menggali lebih dalam masalah komunikasi dan koordinasi antara Bawaslu tingkat kabupaten dan kecamatan, serta peran penting sosialisasi yang kurang optimal yang mengarah pada kebingungannya masyarakat dan pengawas di lapangan. Selain itu, buku ini juga mencakup beberapa studi kasus yang relevan, seperti intervensi dari oknum kepolisian dalam proses penanganan laporan pelanggaran serta masalah penggunaan media sosial dalam kampanye. Penulis mencatat bahwa meskipun Bawaslu berupaya untuk menjaga independensi dan integritas dalam proses pengawasan, pengaruh politik luar masih sering mengintervensi jalannya proses tersebut. Buku ini berfungsi sebagai referensi penting bagi para praktisi, akademisi, dan pengambil kebijakan yang berfokus pada perbaikan sistem demokrasi dan kualitas pemilu di Indonesia, dengan rekomendasi yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengawasan pemilu di masa mendatang.