PDF Buku 2020

Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Jawa Barat

Asep M. Tamam, Dodi Juanda, Neni Nur Hayati Dede Sukmayadi, Minatillah, Syaiful Bachri, Akbar Khadafi, Novita Ulya H., Moh. Iqbal Alam Islami, Rezky Angga W., Fauzi Akbar Rudiansyah, Ani Mulyani, Rino Sundawa Putra, Ijang Jamaludin, Abdullah, Andriansyah, Luthfan Dimas Pratama, Siska Andrianika, Fanny Dwiriantini, Samsul Ma’arif, Fadhila Fitriyadi, Abdul Jalil Hermawan, Ipa Hafsiah Yakin, Iim Imron, Ai Sri Wildani Sri Aidah, Nurarifah Gemah Ikawati, M. Firdaus Ibnu H., Hedi Ardia, Rangga Julian Hadi

Buku Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Jawa Barat mengulas secara mendalam berbagai aspek pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Provinsi Jawa Barat. Buku ini mencakup hasil evaluasi terhadap sejumlah Pilkada yang diadakan di Jawa Barat dari 2015 h...

Penerbit
Bawaslu Provinsi Jawa Barat
Tahun Terbit
2020
Format
PDF
Jumlah Halaman
-

File Tersedia

1 file · unduh tersedia jika diizinkan
PDF
302. Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia Bawaslu Provinsi Jawa Barat.pdf 2.02 MB · bisa diunduh

Deskripsi Publikasi

Buku Serial Evaluasi Pilkada Serentak di Indonesia: Bawaslu Provinsi Jawa Barat mengulas secara mendalam berbagai aspek pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Provinsi Jawa Barat. Buku ini mencakup hasil evaluasi terhadap sejumlah Pilkada yang diadakan di Jawa Barat dari 2015 hingga 2020, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi dalam pengawasan politik uang, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dan penggunaan media sosial dalam kampanye. Penulis buku ini menyajikan analisis berdasarkan data dan pengalaman lapangan yang diperoleh selama proses pengawasan, serta bagaimana Bawaslu berupaya memastikan pilkada yang jujur, adil, dan transparan di tengah tantangan yang muncul. Salah satu isu yang menjadi sorotan utama dalam buku ini adalah pengawasan terhadap calon tunggal yang muncul dalam Pilkada 2015, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Buku ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi Bawaslu dalam mengawasi kampanye calon tunggal, serta bagaimana kelompok yang menentang calon tunggal, yang berafiliasi dengan "kolom kosong", mempengaruhi dinamika politik setempat. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana pengawasan dilakukan secara intensif meskipun keterbatasan regulasi terkait kampanye "kolom kosong" dan peran media sosial yang lebih dominan di masa itu. Meski hanya ada satu pasangan calon, suhu politik di daerah tersebut tetap tinggi dengan adanya ketegangan antara pendukung calon dan kelompok yang menentang. Buku ini juga membahas lebih lanjut tentang dinamika partisipasi pemilih, khususnya di daerah-daerah yang berhadapan dengan fenomena politik uang dan penyebaran hoaks. Penulisnya menyoroti bagaimana partisipasi masyarakat dalam Pilkada, terutama di daerah urban, seringkali dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti politik identitas dan tekanan sosial. Buku ini memberikan wawasan yang penting mengenai bagaimana pengawasan dan penegakan hukum di tingkat daerah dapat beradaptasi dengan tantangan-tantangan baru, serta menawarkan rekomendasi untuk memperbaiki sistem pemilu di masa depan. Ini menjadikan buku ini sebagai referensi yang sangat berguna bagi para akademisi, pengawas pemilu, dan pengambil kebijakan yang ingin memahami dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.