Deskripsi Publikasi
Buku ini membahas dinamika politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di empat provinsi baru hasil pemekaran di Papua, yaitu Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Fokus utama buku ini adalah untuk menggali potensi Pilkada sebagai sarana memperkuat demokrasi lokal dan transformasi konflik di Tanah Papua. Penulis juga menganalisis tantangan yang dihadapi oleh daerah-daerah ini, termasuk kerawanan sosial, politik identitas, serta ancaman separatisme yang seringkali memperburuk proses pemilu. Penyelenggaraan Pilkada di Papua memerlukan perhatian khusus karena berbagai karakteristik sosial budaya yang ada, termasuk persaingan etnik dan agama yang tajam. Buku ini menggali bagaimana Pilkada di Papua dapat memperburuk konflik yang sudah ada, namun juga menjadi peluang bagi rekonsolidasi politik yang inklusif dan membangun kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah. Tema seperti politik identitas, kampanye politik programatik, dan peran MRP dalam menjaga stabilitas lokal menjadi pokok bahasan yang mendalam. Sebagai buku yang mengkaji Pilkada di provinsi baru Papua, karya ini bertujuan untuk memberikan perspektif yang komprehensif tentang bagaimana Pilkada dapat mengarahkan Papua menuju pemerintahan yang lebih demokratis dan berkelanjutan. Penulis berharap agar hasil dari Pilkada 2024 dapat meletakkan dasar yang kuat untuk pembangunan daerah yang lebih inklusif, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mengurangi ketimpangan yang ada di masyarakat Papua.