Deskripsi Publikasi
Buku Pendekatan Sosio-Kultural dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu Serentak 2024 mengusung tema pentingnya peran pendekatan sosial dan budaya dalam penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Fokus utamanya adalah bagaimana penerapan kearifan lokal dan pendekatan sosio-kultural dapat memperbaiki penanganan pelanggaran pemilu yang selama ini lebih dominan dilakukan dengan pendekatan hukum yang kaku. Penulis menekankan bahwa keberagaman sosial dan budaya yang ada di Indonesia harus dipertimbangkan agar penegakan hukum dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat, dengan melibatkan aspek-aspek sosial yang mendalam. Buku ini juga menyajikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam Pemilu Serentak 2024, termasuk potensi pelanggaran yang muncul selama proses kampanye dan penghitungan suara. Salah satu isu utama yang dibahas adalah peran masyarakat adat dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu yang lebih transparan dan adil. Penulis mengangkat praktek sukses di Kalimantan Barat yang melibatkan tokoh adat sebagai mitra Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Pemilu yang jujur dan adil. Selain itu, buku ini juga menyajikan hasil kajian mendalam yang melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari akademisi hingga pelaku pemilu di lapangan. Diharapkan, buku ini dapat menjadi referensi bagi para penyelenggara pemilu dan masyarakat untuk mendorong sistem demokrasi yang lebih baik, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia. Dengan menggali masukan dari berbagai stakeholder, buku ini memberikan wawasan berharga dalam evaluasi dan proyeksi penyelenggaraan Pemilu 2024.