PDF Buku 2018

Fenomena Calon Tunggal: Studi Kasus Pada Pilkada 2018 di 16 Kabupaten/Kota

Muhammad Ikhsan, Deitry Aritonang Muhammad Zaid, Nugroho Noto Susanto, Engelbert Johannes Rohi, Sunanto, Yusfitriadi, Kaka Suminta, Nixigo Sasvito, Alwan Ola Tokan, Andrian Habibi

Buku "Fenomena Calon Tunggal: Studi Kasus Pada Pilkada 2018 di 16 Kabupaten/Kota" ini menyajikan penelitian mendalam mengenai fenomena munculnya pilkada dengan satu pasangan calon pada Pilkada 2018 di Indonesia. Dalam penelitian ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya pilkada dengan cal...

Penerbit
Bawaslu RI
Tahun Terbit
2018
Format
PDF
Jumlah Halaman
-

File Tersedia

1 file · unduh tersedia jika diizinkan
PDF
327. Fenomena Calon Tunggal Studi Kasus Pada Pilkada 2018 di 16 KabupatenKota.pdf 2.37 MB · bisa diunduh

Deskripsi Publikasi

Buku "Fenomena Calon Tunggal: Studi Kasus Pada Pilkada 2018 di 16 Kabupaten/Kota" ini menyajikan penelitian mendalam mengenai fenomena munculnya pilkada dengan satu pasangan calon pada Pilkada 2018 di Indonesia. Dalam penelitian ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya pilkada dengan calon tunggal serta dinamika yang terjadi di daerah-daerah yang mengalaminya. Buku ini mencakup analisis terhadap 16 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada calon tunggal dan mengungkap dampak serta tantangan yang muncul terhadap kualitas demokrasi di tingkat lokal. Melalui pendekatan yang komprehensif, buku ini juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil dan pengawasan pemilu dalam menjaga integritas pilkada. Meskipun pilkada calon tunggal diakui sah secara hukum, namun buku ini mempertanyakan apakah praktik tersebut benar-benar mencerminkan demokrasi yang substansial atau justru menjadi anomali dalam proses demokratisasi Indonesia. Selain itu, buku ini mengupas isu-isu terkait teknis pelaksanaan pilkada, seperti ketidaktahuan masyarakat terhadap prosedur pilkada tunggal dan dominasi partai politik serta pengaruh "orang kuat lokal" yang seringkali memperburuk kualitas proses pemilihan. Sebagai bahan rujukan yang berharga, buku ini memberikan wawasan bagi para pembaca yang tertarik dengan fenomena politik lokal Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan praktik pilkada. Penelitian ini juga diharapkan dapat membuka ruang diskusi tentang perlu adanya evaluasi dan perbaikan dalam sistem pemilihan kepala daerah, serta memberikan rekomendasi bagi penyelenggara pemilu dan lembaga terkait untuk meningkatkan transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam pilkada yang akan datang.