PDF Buku 2025

Bawaslu di Tengah Era Big Data

Irene Tangkawarow, Herwyn J. H. Malonda

Buku ini mengulas tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Indonesia dalam pengawasan pemilu di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial, Bawaslu dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi dengan teknologi baru guna menjaga integritas dan transpara...

Penerbit
Tim Jurnal Publikasi
Tahun Terbit
2025
Format
PDF
Jumlah Halaman
-

File Tersedia

1 file · unduh tersedia jika diizinkan
PDF
193. Bawaslu di Tengah Era Big Data.pdf 2.19 MB · bisa diunduh

Deskripsi Publikasi

Buku ini mengulas tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Indonesia dalam pengawasan pemilu di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial, Bawaslu dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi dengan teknologi baru guna menjaga integritas dan transparansi proses demokrasi. Buku ini membahas peran penting data besar (big data) dalam memperkuat pengawasan pemilu serta berbagai inovasi yang dapat diadopsi oleh Bawaslu untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Menyajikan analisis mendalam tentang risiko yang terkait dengan penggunaan big data dalam pemilu, buku ini juga mengeksplorasi strategi-strategi baru dalam mendeteksi pelanggaran, memantau media sosial, serta menangani isu keamanan data pemilih. Terdapat juga pembahasan tentang perlunya penguatan kapasitas SDM pengawas pemilu dalam menghadapi tantangan yang muncul akibat kemajuan teknologi, seperti analisis data besar dan forensik digital. Buku ini tidak hanya menyasar para akademisi dan pengambil kebijakan, tetapi juga masyarakat umum yang tertarik dengan integritas pemilu di Indonesia. Penulis berharap buku ini dapat menjadi panduan yang berguna dalam memahami bagaimana pengawasan pemilu dapat dilakukan dengan lebih transparan, efisien, dan responsif di era big data, serta mendorong kolaborasi yang lebih erat antara Bawaslu, masyarakat, dan platform digital untuk melindungi demokrasi.